Cara Mendapatkan 25 SKP dalam 5 Tahun? - HealthDaily.ID

Cara Mendapatkan 25 SKP dalam 5 Tahun?

Workshop

“Saya mau perpanjang STR, tapi jumlah seminar yang saya ikuti belum sampai 25 SKP”. 
Mungkin itu yang sering kita dengar dari teman-teman sejawat di Indonesia. Belum lagi bagi teman-teman yang bertugas di daerah terpencil atau di perbatasan. Boro-boro mau ikut seminar, orang signal hp aja kadang susah.


Dalam rangka memperpanjang STR, kita memang diwajibkan memenuhi minimal 25 SKP dalam waktu 5 tahun. Tetapi tahu kah teman-teman kalau SKP tidak hanya dapat diperoleh dari seminar saja?.

Mungkin teman-teman sudah pernah mendengar istilah PKB atau Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.Pada tahun 2016, PPNI sebagai satu-satunya organisasi profesi perawat di Indonesia, mengeluarkan keputusan dewan pengurus pusat PPNI Nomor: 017F/DPP.PPNI/SK/K/S/II/2016 tentang Perubahan Pedoman Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Perawat Indonesia. Didalam pedoman tersebut, dikeluarkanlah peraturan-peraturan terkait ketentuan umum & khusus PKB, penatalaksanaan PKB, serta sistem evaluasi dan monitoring PKB di Indonesia.

Pendidikan keperawatan berkelanjutan (PKB) perawat Indonesia adalah proses pengembangan keprofesian yang meliputi berbagai kegiatan yang dilakukan seseorang dalam kapasitasnya sebagai perawat praktisi, guna mempertahankan dan meningkatkan profesionalismenya sebagai seorang perawat sesuai standar kompetensi yang ditetapkan. 

Kegiatan dapat berupa pengalaman memberikan asuhan keperawatan, mengikuti pendidikan/pelatihan, menulis artikel, melakukan penelitian, publikasi karya ilmiah dan pengabdian masyarakat. Masing-masing dari kegiatan tersebut, memiliki poin SKP tersendiri.

1. Kegiatan Praktik Profesional
Kegiatan praktik professional dapat berupa pemberian pelayanan keperawatan yang meliputi: pengalaman kerja dalam memberikan askep pada pasien di pelayanan kesehatan dan praktik mandiri, pengalaman membimbing praktik mahasiswa di klinik maupun di masyarakat, pengalaman sebagai pengelola pelayanan keperawatan di fasilitas pelayanan kesehatan (kepala bidang keperawatan, ketua tim, supervisor, kepala puskesmas, kepala praktik mandiri perawat), dan pengalaman sebagai praktisi keperawatan mandiri.  
  • Memiliki pengalaman kerja mengelola pasien secara langsung berhak mendapatkan 1 SKP dalam 1 tahun.
  • Memiliki pengalaman sebagai dosen pembimbing klinik, berhak mendapatkan 1 SKP dalam 1 tahun.
  • Memiliki pengalaman sebagai pengelola pelayanan (kepala bidang perawatan, ketua tim, supervisor, kepala puskesmas, atau ketua komite keperawatan), berhak mendapatkan 1 SKP dalam 1 tahun.
  • Memiliki pengalaman sebagai praktisi praktik keperawatan mandiri, berhak mendapatkan 1 SKP dalam 1 tahun.
Baca juga Perawat mau buka praktik mandiri, bagaimana caranya?

2. Kegiatan Ilmiah 
Kalau ini mungkin sudah familiar. Ini adalah bentuk kegiatan ilmiah yang kita ikuti, baik itu sebagai peserta, panitia atau pembicara. Poin SKP yang didapatkan tergantung dari berapa jumlah SKP PPNI yang tercantum dalam kegiatan tersebut. Kalau rajin ikut kegiatan ilmiah ini, bisa dapat lebih banyak poin SKP.

3. Pengembangan Ilmu Pengetahuan 
Teman-teman yang gemar meneliti, mempublikasikan hasil penelitiannya di jurnal, menulis buku, menerjemahkan buku, menyunting buku dan presentasi oral baik di tingkat nasional dan internasional juga dihargai poin SKP nya. 

Jumlah SKP dalam kegiatan ini adalah:

Kegiatan
Peran
SKP
Meneliti
Peneliti utama / pertama
Anggota
3 SKP/penelitian
1 SKP/penelitian
Publikasi di Jurnal Internasional
Penulis utama
Penulis anggota
5 SKP
2 SKP
Publikasi di jurnal nasional terakreditasi
Penulis utama
Penulis anggota
3 SKP
1 SKP
Publikasi di jurnal nasional tidak terakreditasi
Penulis utama
Penulis anggota
2 SKP
1 SKP
Menulis Buku, menerjemahkan, dan menyunting
Penulis, penerjemah, dan penyunting
- Nasional
- Internasional


3 SKP
5 SKP
Presentasi oral
Nasional
Internasional
2 SKP
3 SKP


4. Pengabdian kepada Masyarakat
Berpartisipasi dalam pemberdayaan masyarakat melalui bentuk-bentuk kegiatan sosial, memberikan penyuluhan penanggulangan bencana, terlibat aktif dalam pengembangan profesi, anggota pokja kegiatan keprofesian, berpartisipasi sebagai pengabdi profesi per tahun, dan bekerja di daerah terpencil perbatasan kepulauan (DTPK), juga mendapatkan poin SKP tersendiri. 

Berpartisipasi dalam pemberdayaan masyarakat melalui bentuk-bentuk kegiatan sosial, penanggulangan bencana, dan anggota pokja kegiatan keprofesian

Kegiatan
SKP
Kegiatan sosial masyarakat, memberikan penyuluhan, pengurus warga
Ketua 2 SKP
Anggota/pelaksana 1 SKP
Penanggulangan bencana
Pokja keprofesian
 
Berpartisipasi sebagai pengabdian profesi selama periode menjabat

No
Kepengurusan
SKP Jabatan dalam PPNI
Pengurus Inti
Pengurus Bidang
Anggota Pengurus
1
DPP PPNI
5
4
3
2
DPW PPNI Provinsi
4
3
2
3
DPD PPNI Kab/Kota
3
2
2
4
DPK PPNI
2
2
2
5
DPLN PPNI
4
3
2
6
Ikatan dan Himpunan Pusat
4
3
2
7
Ikatan dan Himpunan Provinsi
3
2
2



Bekerja di Daerah terpencil Perbatasan Kepulauan (DTPK)
Bagi teman-teman yang bekerja di wilayah/daerah terpencil perbatasan kepulauan (DTPK) maka berhak mendapatkan 3 SKP per tahun karena pengabdian teman-teman.

Demikianlah sumber-sumber SKP yang dapat diperoleh selama 5 tahun. Kalau sudah berhasil mendapatkan 25 SKP, maka teman-teman sudah siap untuk melakukan registrasi ulang ketika waktunya tiba (maksimal 3 bulan sebelum masa STR berakhir). 

Terima kasih, semoga bermanfaat 
-Leo Rulino-

Daftar Pustaka:
DPP PPNI (2016). Pedoman Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Perawat Indonesia (Edisi II). Jakarta: DPP PPNI.